Saturday, April 17, 2021

8 Mahasiswa Baru Berdatangan, PCI Persis Mesir Gelar Penyambutan

Must Read

Mengenal Sosok Ibnu Katsir dan Metode Penafsiranya

Oleh : Pardan S. Sambas A. Pendahuluan Secara garis besar, para ulama membagi kepada empat jenis tafsir. Pertama, tafsir tahlîlî, kedua,...

[Tashawwuf dan Shufiyah] Antara Pendukung dan Penentang

Oleh: Akmal Burhanudin, lc Muqaddimah Permasalahan tashawwuf dan shufiyah adalah permasalahan lama yang tak pernah kunjung selesai. Para ulama salaf hingga...

Mengenal Sosok Syaikh Sayyed Muhammad Rasyid Ridla

Upaya mengembalikan kepada manhaj Salaf Oleh : Anton H. Sultonan A. Pendahuluan Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita hidayah...

0
(0)


Setelah menyelesaikan pembelajaran intensif di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba), 8 mahasiswa baru (maba) berdatangan. Secara berangsur, 8 kader baru PCI Persis Mesir tersebut tiba di Mesir terhitung sejak 12 sampai 21 januari 2021.
Mendapatkan suntikan anggota, PCI Persis Mesir merasa bangga juga bahagia. Oleh karenanya, mini selebrasi digelar sebagai penyambutan resmi. Acara yang berada dalam naungan bidang Kaderisasi Persis dan Sumber Daya Manusia (SDM) Persistri tersebut dilangsungkan pada 23 Januari, dengan mengusung tema “Mewujudkan Kader PCI Persis Mesir yang Siap Berjuang di Negeri Anbiya “.
Dalam acara itu, maba disuguhi arahan dan pembekalan oleh sesepuh, lebih khusus oleh Pian Sopian,Lc. Dipl. sebagai pemateri, beliau menyampaikan
“Sekarang ini jalur masuk ke Al-Azhar itu sulit, lewat Pusiba harus siap dengan resiko biaya yang mahal sedangkan keluarnya terbilang mudah. Kalo dulu, masuk ke Al-Azhar itu mudah dan justru keluarnya yang sulit, tidak banyak yang lulus normal empat tahun”.
“Jadi manfaatkan kesempatan sekolah di sini, kalo bisa sampai jenjang strata 2, karena kita PCI Persis Mesir masih kurang SDM dari jenjang S2” pungkas beliau.
Agenda kedua dari acara, maba diperkenalkan kepada seluruh keluarga PCI Persis Mesir: mulai dari sesepuh, jajaran tasykil, anggota, sampai simpatisan yang menghadiri. Dari moment hangat itu, dapat diketahui bahwa 8 maba berasal dari beberapa pesantren dan daerah di Indonesia yang berbeda: Lubab Hud, dan Mabrur alumni pesantren Bangil-Jawa Timur. Hamdan, asal Ambon yang juga alumni pesantren nomor 76 Tarogong-Garut. Ruhul, asal pesantren nomor 100, Banjarsari. Irgi alumni pesantren nomor 45, Zidan Nauval alumni 38 Cigantri, dan Dzulfikar alumni MA Baiturrahman, ketiganya berasal dari Kota Kembang, Bandung.
Tidak hanya PCI Persis Mesir, PCI Persistri pun mendapat anggota baru, ialah Naqiyya mahasiswi asal Garut sekaligus alumni pesantren Persis nomor 76, Tarogong-Garut. Sebagai sesepuh sekaligus penasihat PCI Persistri, Uci Supiani, Lc.Dipl. menambahkan,
“Belajar di Al-Azhar berarti kita belajar di miniatur Indonesia, lengkap dengan heterogen dan kompleksnya dari berbagai wilayah dan budaya. Sebab demikian, pandailah dalam bermuamalah: tiru yang baik, hindari yang kurang baik plus cobalah perbaiki yang perlu diperbaiki. Jangan justru terbawa arus dan lupa prioritas”.
Setelah sesi perkenalan purna, dengan dipandu oleh bidang Kaderisasi dan SDM, mahasiswa baru tahun kedatangan 2021 itu berembuk untuk mengusung nama angkatan. Selang waktu 40 menit, lahirlah A.Hassan sebagai nama angkatan yang disepakati. Ruhul Jihad sebagai penyaran tema memberikan alasan,
“Dengan disepakatinya nama A.Hasan ini, mudah-mudahan kita sebagai anggota didalamnya jadi termotivasi dan lebih giat menimba ilmu, semoga Allah anugerahkan juga limpahan ilmu seperti guru besar kita, Tuan Ahmad Hasan”.
Acara yang berdurasi kurang lebih 5 jam itu, dipungkas dengan sesi foto dan makan bersama. Semua hadirin nampak khidmat dan hangat, kompak melipat keasingan dan menautkan kasih sayang.

Reporter: Imas Dera Fadilah (Pimpinan Redaksi Majalah Al-Furqan 2020-2021)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Latest News

Melacak Kontribusi Awal  Alumni Pelajar Timur Tengah Untuk NKRI: Dari Era Kolonial sampai Pasca Kemerdekaan

Ekspansi proses pembelajaran para Pelajar Indonesia luar negeri, khususnya ke negara Timur Tengah sebenarnya sudah dimulai sejak era kolonial...

Falsafah Blasphemy [Penistaan]

Oleh: Muhammad Ghifari Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa agama memiliki peran sentral dalam kehidupan umat manusia di dunia ini. Di samping itu, tidak dapat...

Responsibilitas Bani Israil terhadap Dakwah Para Nabi

Oleh: Ainun Firdaus Rabbani Pendahuluan Setiap umat beragama memiliki batas waktu tertentu untuk terus eksis di muka bumi. Berangkat dari usia bahasa dan bangsa mereka, dalam...

Ulama Sebagai Pewaris Para Nabi

Oleh: Ayip Saefudin Dalam Hadits riwayat Imam Al-Bukhary dari Abdillah bin Amr bia Ali’Ash, ia berkata: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:" إن الله...

Momentum Idul Adha Untuk Membangun Kesejahteraan Umat Islam

Oleh: Ainun Firdaus Rabbanie Pendahuluan Latar Belakang Masalah Setiap umat beragama pasti memiliki tuntutan atau kewajiban di setiap pribadinya masing-masing untuk mendakwahkan ajarannya. Dengan menunjukan peribadatan-peribadatan yang...

More Articles Like This