Tuesday, December 1, 2020

HAGIA SOPHIA DI AMBANG PINTU PENGHARAPAN

Must Read

Mengenal Sosok Al-Imam Al-Zarkasyii (745 – 794)

Oleh : Izatullah Sudarmin Anwar, Lc. Abad VIII, adalah abad yang sangat menyeramkan untuk diceritakan. Pada abad ini, cobaan banyak...

Manusia Paling Baik

Oleh: Firas Sarah Anrisya بَابُ مَا جَاءَ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ Matan Hadits حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ...

Bagaimana Hukum Zakat Menggunakan Uang

Oleh: Divisi Syariah-Dewan Lembaga Islamiyyah Mukaddimah Zakat adalah rukun ketiga dari rukun-rukun Islam yang lima, Rasulullah SAW bersabda: بني الاسلام على خمس؛شهادة...

5
(4)

Oleh : Fatin Nurcintami

Hagia Sophia (Ayasofya dalam bahasa Turki), bangunan yang pernah dijadikan salah satu lokasi syuting film 99 Cahaya di Langit Eropa ini, pada awalnya dibangun sebagai basilika bagi Gereja Kristen Ortodoks Yunani. Namun, fungsinya telah berubah beberapa kali sejak berabad-abad, menurut laman Historycom.

Awal mula kepemimpinan kaisar Bizantium Constantius menugaskan pembangunan Hagia Sophia pertama pada tahun 360 M. Pada saat pembangunan gereja pertama, Istanbul dikenal sebagai Konstantinopel, mengambil namanya dari ayah Konstantius, Constantine I, penguasa pertama Kekaisaran Bizantium.

Saat kepemimpinan diambil alih oleh kesultanan Ottoman (Utsmaniyah), yang dipimpin oleh Sultan Mehmed II (Muhammad Al Fatih), maka terjadilah pembebasan Konstantinopel bagi umat Islam pada tahun 1453. Pemerintahan Utsmaani mengganti nama kota Konstantinopel menjadi Istanbul, dengan pembebasan itulah Konstantinopel beralih menjadi Istanbul. Setelahnya, Hagia Sophia dengan cepat menjadi ikon budaya, bahkan warisan budaya hingga kini.

Sejak Jumat (10/7) bangunan bersejarah ini menjadi sorotan publik bahkan di seluruh dunia. Warga Muslim Turki menggelar salat berjamaah di depan bangunan ikonik Hagia Sophia. Sejarah Hagia Sophia kembali jadi sorotan dunia setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menetapkan fungsi bangunan itu kembali menjadi masjid. Dilansir dari Aljazeera, Presiden Tayyip Erdogan sebelumnya juga pernah mengusulkan pemulihan status situs Warisan Dunia UNESCO tersebut menjadi masjid kembali.

Selama puluhan tahun sejak Turki menjadi negara sekuler, bangunan yang menjadi penanda era pemerintahan Bizantium Kristen dan Otoman Islam ditetapkan sebagai museum. Hingga tahun 1931, Hagia Sophia tetap digunakan sebagai masjid. Kemudian ditutup untuk umum selama empat tahun. Hagia Sophia dibuka kembali pada tahun 1935 dengan status baru, yaitu sebagai museum oleh Republik Turki yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk. Sejak itulah, Hagia Sophia banyak dikunjungi oleh turis-turis dari mancanegara.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dalam hadits Ahmad, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”

Dengan adanya keputusan presiden Erdogan 4 hari yang lalu, menjadi angin segar bagi umat Islam seolah de javu sejarah peradaban Islam akan terulang kembali, menantikan kejayaan Islam dari keterpurukan dan penganiayaan.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Erdogan menyatakan bahwa “kebangkitan Hagia Sophia” adalah pertanda satu langkah pembebasan Masjid al-Aqsa, dan umat Islam mulai meninggalkan keterpurukannya.

“Kebangkitan Hagia Sophia adalah kehendak umat Islam dari seluruh dunia untuk keluar dari masa-masa kehampaan. Kebangkitan Hagia Sophia adalah kobaran harapan tak hanya untuk umat Islam tetapi juga dari semua masyarakat yang tertindas, korban perang dan penjajahan.”

“Kebangkitan Hagia Sophia adalah seruan baru kami sebagai bangsa Turki dan Muslim kepada seluruh umat manusia,” tegas Erdogan.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Erdogan menyatakan bahwa “kebangkitan Hagia Sophia” adalah pertanda satu langkah pembebasan Masjid al-Aqsa, dan umat Islam mulai meninggalkan keterpurukannya.

“Kebangkitan Hagia Sophia adalah kehendak umat Islam dari seluruh dunia untuk keluar dari masa-masa kehampaan. Kebangkitan Hagia Sophia adalah kobaran harapan tak hanya untuk umat Islam tetapi juga dari semua masyarakat yang tertindas, korban perang dan penjajahan.”

Namun tak menafikan juga seperti semua masjid lainnya, Hagia Sophia akan terbuka untuk masyarakat Turki, orang asing baik itu Muslim maupun non-Muslim, ungkapnya. Presiden Turki menekankan bahwa Hagia Sophia akan terus merangkul semua orang dengan status barunya sebagai masjid dengan cara yang jauh lebih tulus.

“Turki menghargai semua pandangan tentang status baru Hagia Sophia, kata Erdogan menambahkan bahwa setiap sikap atau tanggapan yang mengintervensi akan dianggap sebagai “pelecehan” terhadap “kemerdekaan” Turki.

“Saya menggarisbawahi bahwa kita akan membuka Hagia Sophia sebagai masjid dengan melestarikan warisan budaya bersama umat manusia,” tekan Erdogan. Oleh karenanya para pengunjung Hagia Sophia selanjutnya dapat berkunjung tanpa membayar biaya sepeser pun.

Ia pun menambahkan bahwa umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup dalam damai di Istanbul sejak penaklukan kota Istanbul, dan masyarakat Turki menghormati tempat ibadah non-Muslim lainnya, akan tetapi di sisi lain banyak peninggalan Turki Utsmani di Eropa Timur dan Barat secara bertahap dilenyapkan.

Presiden Erdogan mengaitkan keputusan untuk menghidupkan kembali Islam dari Bukhara di Uzbekistan serta Andalusia di Spanyol. Terminologi ini, yang menghubungkan al Aqsa di Yerusalem dengan Hagia Sophia dan Spanyol. Dalam terjemahan Turki referensi yang sama ke Spanyol tampaknya tidak dimasukkan seperti dalam bahasa Arab. Erdogan mengatakan Turki akan menyelenggarakan ibadah shalat Jumat di Hagia Sophia pada 24 Juli nanti, menurut laporan kantor berita Anadolu.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 4

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Latest News

Zaawiyatul ‘Arabiyyah

لِمَاذَا نُزِّلَ القُرْآنُ بِلُغَةِ قريشٍ؟ لَمَّا بَلَغَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ مِنْ عُمْرِهِ أَرْسَلَ اللهُ إِلَيْهِ رِسَالَةً...

Gaya Leadership Ala Nabi Muhammad SAW

Oleh : Muhammad Ghifari My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may surprise some readers and may be...

Muktamar dari Masa ke Masa; Menuju Muktamar Persis Ke XVI

Oleh: Hafizh Dhya Ulhaq Muqaddimah Jamiyyah Persatuan Islam (Persis) sebagai organisasi massa Islam terbesar ketiga di Indonesia, setelah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, akan menyelenggarakan muktamar ke-16...

Mampukah Islam Menyikapi New Normal?

Oleh: Hafizh Dhiya`Ulhaq Empat belas abad yang lalu, terdapat beberapa kelompok (Musyrikin dan Kafirin) yang enggan mengakui eksistensi Allah swt sebagai pemilik alam dan seluruh...

Menyingkap Tabir Gelap Alam Semesta

Oleh : Izatullah Sudarmin Anwar A. Pendahuluan قال تعالى :  سنريهم أياتنا فى الآفاق و فى أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق “kami akan memperlihatkan kepada mereka...

More Articles Like This