Thursday, May 6, 2021

Yang Terhanyut Setelah Jatuh

Must Read

Apakah Hadist Ahad Bisa Dijadikan Hujjah Dalam Aqidah

Oleh: Divisi Tafsir-Hadits (LBI) Ta’rîf Hadîts Al-Âhâd Untuk membahas bagaimana kedudukan hadîts al-âhâd dalam aqîdah, terlebih dahulu harus dilihat ta’rîf hâdits,...

Momentum Idul Adha Untuk Membangun Kesejahteraan Umat Islam

Oleh: Ainun Firdaus Rabbanie Pendahuluan Latar Belakang Masalah Setiap umat beragama pasti memiliki tuntutan atau kewajiban di setiap pribadinya masing-masing untuk mendakwahkan...

Gaya Leadership Ala Nabi Muhammad SAW

Oleh : Muhammad Ghifari My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may surprise...

4.4
(7)

Oleh: Amelia Ruu

Adalah aku

Buah yang jauh dari dekapmu, ibu

Mengalir memburu hilir

Tercekat melawan arus

Dari hulu netramu yang menganak sungai

Di kelopak hingga pipi

 

Adalah aku

Yang terhanyut setelah jatuh

Jauh

Dari pohon, bu

Teduh tatapmu, kerut dahiku

Lembut sapamu, tinggi jawabku

Hangat belaimu, dingin genggamku

 

Dustakah lisan yang berbusa itu?

Mengulang frasa “tak jauh”, nyatanya berjarak

Menghitamkan jejak, mengembik

Salahku

Salahmu

SalahNya

 

Yang terhanyut setelah jatuh

Adalah aku

Remuk, terombang

Patah, terambing

Membawa duka setiap pulang

Menggores luka setiap penjuru hati yang lapang

 

Adalah kau, ibu

Rumah tanpa kunci

Dibiarkannya angin berdesir dari daun pintu yang menganga

Selebar nestapa yang rundung

Meratap tatap dan nanar yang tak terbendung

Derai pun enggan berkunjung

Bak sekawanan awan, kuat menahan rahasia

Agar tak terjatuh menjadi berita duka bagi semut merah

Yang setiap subuh berdendang

Mengisi lorong usang di telinga ibu

Yang memorinya tak pernah kosong

Menerka

Menebak

Mengingat-ngingat

Begitukah merdunya bayiku mengetuk pintu pulang?

 

Yang terhanyut setelah jatuh

Adalah aku

Melawan takdir, menolak hilir

Mengejar hulu, menuju ibu

Dua telapak tangan yang sedia menyambut keterjatuhan

Melipur laraku, abai lukanya karenaku

 

Yang terhanyut setelah jatuh

Adalah aku

Menjejak pena di kertas lusuh

Pada Tuhanku

Sayangilah ibu yang cintanya penuh seluruh

 

Penulis adalah Redaktur Ahli Majalah Al-Furqan 2020-2021

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.4 / 5. Vote count: 7

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Latest News

Di Antara Lautan Aksara

Di antara lautan aksara Terdapat seorang gadis kecil Kerap kali ia merasa kurang Agaknya ia takut akan nalar sang dunia Di antara lautan...

Musykercab Pertama PCI Persis Mesir, Naufal: Satukan Tekad Menjadi Organisasi yang Progresif

Kairo – persismesir.com, Setelah sukses meyelenggarakan Musyawarah Cabang (Musycab) Istimewa yang ketiga pada 21 November 2019 lalu, PCI Persis Mesir mengadakan Musyawarah Kerja Cabang...

Mengenal Gagasan Islamisasi Sains Kontemporer

(Sebuah Pengantar) Oleh : Muhammad Ghifari Dalam filsafat Ilmu pengetahuan, khususnya pada aspek ontologi (hakikat) dan epistemologi (asal mula ilmunya) bahwa ilmu pengetahuan itu tidaklah bebas nilai...

Mengenal Sosok Ibnu Katsir dan Metode Penafsiranya

Oleh : Pardan S. Sambas A. Pendahuluan Secara garis besar, para ulama membagi kepada empat jenis tafsir. Pertama, tafsir tahlîlî, kedua, tafsir ijmâlî. Ketiga, tafsir muqârin....

8 Mahasiswa Baru Berdatangan, PCI Persis Mesir Gelar Penyambutan

Setelah menyelesaikan pembelajaran intensif di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba), 8 mahasiswa baru (maba) berdatangan. Secara berangsur, 8 kader baru PCI Persis...

More Articles Like This