Tuesday, March 2, 2021

Yang Terhanyut Setelah Jatuh

Must Read

Zaawiyatul ‘Arabiyyah

لِمَاذَا نُزِّلَ القُرْآنُ بِلُغَةِ قريشٍ؟ لَمَّا بَلَغَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ مِنْ عُمْرِهِ أَرْسَلَ اللهُ إِلَيْهِ رِسَالَةً...

Mengenal Gagasan Islamisasi Sains Kontemporer

(Sebuah Pengantar) Oleh : Muhammad Ghifari Dalam filsafat Ilmu pengetahuan, khususnya pada aspek ontologi (hakikat) dan epistemologi (asal mula ilmunya) bahwa ilmu...

Perang Salib dan Pengaruhnya terhadap Peradaban Barat

Oleh: Naufal Syauqi Fauzani PROLOG Perang salib merupakan kejadian luar biasa yang pernah terekam dalam sejarah peradaban Dunia. Terjadi selama dua...

4.4
(7)

Oleh: Amelia Ruu

Adalah aku

Buah yang jauh dari dekapmu, ibu

Mengalir memburu hilir

Tercekat melawan arus

Dari hulu netramu yang menganak sungai

Di kelopak hingga pipi

 

Adalah aku

Yang terhanyut setelah jatuh

Jauh

Dari pohon, bu

Teduh tatapmu, kerut dahiku

Lembut sapamu, tinggi jawabku

Hangat belaimu, dingin genggamku

 

Dustakah lisan yang berbusa itu?

Mengulang frasa “tak jauh”, nyatanya berjarak

Menghitamkan jejak, mengembik

Salahku

Salahmu

SalahNya

 

Yang terhanyut setelah jatuh

Adalah aku

Remuk, terombang

Patah, terambing

Membawa duka setiap pulang

Menggores luka setiap penjuru hati yang lapang

 

Adalah kau, ibu

Rumah tanpa kunci

Dibiarkannya angin berdesir dari daun pintu yang menganga

Selebar nestapa yang rundung

Meratap tatap dan nanar yang tak terbendung

Derai pun enggan berkunjung

Bak sekawanan awan, kuat menahan rahasia

Agar tak terjatuh menjadi berita duka bagi semut merah

Yang setiap subuh berdendang

Mengisi lorong usang di telinga ibu

Yang memorinya tak pernah kosong

Menerka

Menebak

Mengingat-ngingat

Begitukah merdunya bayiku mengetuk pintu pulang?

 

Yang terhanyut setelah jatuh

Adalah aku

Melawan takdir, menolak hilir

Mengejar hulu, menuju ibu

Dua telapak tangan yang sedia menyambut keterjatuhan

Melipur laraku, abai lukanya karenaku

 

Yang terhanyut setelah jatuh

Adalah aku

Menjejak pena di kertas lusuh

Pada Tuhanku

Sayangilah ibu yang cintanya penuh seluruh

 

Penulis adalah Redaktur Ahli Majalah Al-Furqan 2020-2021

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.4 / 5. Vote count: 7

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Latest News

8 Mahasiswa Baru Berdatangan, PCI Persis Mesir Gelar Penyambutan

Setelah menyelesaikan pembelajaran intensif di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba), 8 mahasiswa baru (maba) berdatangan. Secara berangsur,...

Muslim Harus Progres

Oleh : Muhammad Ghifari “Why was is that they were able to make progress while we became so backward? Why is that we , who...

[Tashawuf] Persfektif Kebenaran dan Penyimpangan

Oleh Pardan Syafrudin Muqaddimah Tulisan ini merupakan lanjutan dari sidang Dewan Buhuts Islamiyyah Divisi Aliran Agama, yang telah dilaksanakan pada bulan April kemarin. Disini penulis mencoba...

Kisah Hidup dan Karya Imam Ath Thabari

Oleh : Yandi Rahmayandi Iftitâh Seorang Orientalis Jerman, Sprenger setelah membaca kitab Ishobah karya Ibnu Hajar, mengatakan,"Tidak pernah ditemui satu umat pun yang pernah hidup dimuka...

Mahasantri Solusi Reformasi

Oleh : Resa Amelia Utami  Upaya penjajahan belanda pasca ikrar proklamasi kemerdekaan Indonesia berhasil meningkatkan kewaspadaan rakyat untuk memegang kendali negaranya agar tidak kembali jatuh...

More Articles Like This